Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma

Hubungan Indeks Massa Tubuh (Imt) Sebagai Faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis (Tb) Paru Di Puskesmas Modopuro Tahun 2024

Dikry Sada Amaltullah (Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya)
I Putu Oktayana (Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya)
Dilla Dayana Putri (Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya)
Sukma Sahadewa (Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2024

Abstract

Latar Belakang: Laporan World Health Organization (WHO), sebanyak 10,4 juta orang menderita Tuberkulosis, dengan 1,8 juta kematian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IMT kurang dikaitkan dengan kejadian dan intensitas TB. Penderita tuberkulosis paru dengan IMT kurang tanpa DM menderita TB 2,21 kali lipat, penderita IMT kurus dengan DM menunjukkan peningkatan risiko TB 3,24 kali lipat, dan penderita IMT yang lebih kurus dikaitkan dengan risiko yang lebih besar untuk MDR-TB (isoniazid).  Tujuan: Untuk mengetahui apakah indeks massa tubuh (IMT) merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis (TB) paru pada tahun 2024 di wilayah kerja Puskesmas Modopuro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan penelitian case-control. Sampel penelitian adalah pasien Puskesmas Modopuro dengan usia > 18 tahun pada masa kunjungan Maret-April 2024. Kelompok kontrol yaitu pasien yang tidak terdiagnosis TB Paru sejumlah 15 orang, dan kelompok kasus adalah pasien dengan diagnosis TB Paru sebanyak 15 orang.. Hasil: Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa dengan uji Chi Square diperoleh nilai p sebesar < 0,001 (nilai p < α 0,05) dengan nilai OR 38,5. Maka didapatkan kesimpulan IMT berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian TB paru, dimana pasien dengan IMT kurang 38,5 kali lebih tinggi mengalami risiko terdiagnosis TB paru dibandingkan yang gizi cukup. Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh merupakan faktor risiko kejadian TB paru. Status gizi kurang (IMT <18,5 kg/m2) memiliki risiko 38,5 kali lebih tinggi mengalami TB paru dibandingkan status gizi cukup (IMT ≥ 18,5 kg/m2).

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kusuma

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Prosiding Seminar Nasional KUSUMA merupakan terbitan berkala setiap tahun sekali pada bulan Oktober. Prosiding ini berisi kumpulan artikel hasil penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional KUSUMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian ...