Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan: (1) hakekat anak yang mengalami hambatan perkembangan intelektual (tunagrahita); (2) cara mengajar anak yang memiliki hambatan intelektual (tunagrahita); dan (3) peran orangtua yang memiliki anak yang mengalami hambatan perkembangan intelektual (tunagrahita). Penelitian ini berpendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan di SLB PSM Takeran. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi, selanjutnya dianalisis berdasarkan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak yang mengalami hambatan perkembangan itelektual (tunagrahita) adalah anak yang mempunyai fungsi berfikir dibawah rata-rata yatu 84 kebawah. Pada model pembelajaran ini, pendekatan yang digunakan adalah pengajaran yang personal, di mana setiap murid menerima pengajaran secara kolektif dengan mata pelajaran yang sama, namun tingkat kedalaman dan cakupan materi diselaraskan dengan potensi dan kriteria setiap individu. Orang tua sangat berperan dalam peningkatan presatsi anak berkebutuhan jenis ini.
Copyrights © 2023