Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: 1) mengetahui seberapa efektif model pembelajaran Take and Give dengan media kartu terhadap prestasi belajar matematika, 2) mengetahui pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah terhadap prestasi belajar matematika, dan 3) mengetahui interaksi atau hubungan antara model pembelajaran Take and Give dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Hasil observasi yang diperoleh peneliti berupa nilai ulangan harian operasi aljbar pada fungsi dan fungsi komposisi di SMK PGRI Wonoasri, menyatakan bahwa siswa kelas XI mempunyai prestasi belajar yang relatif rendah, hal ini dilihat dari beberapa siswa yang memiliki nilai diatas KKM (31,25%) dan siswa lainnya yang memiliki nilai dibawah KKM (68,75%). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Adapun pengujian data dalam penelitian ini meliputi uji prasyarat uji normalitas menggunakan metode lilliefors dan uji homogenitas pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selanjutnya, dilakukan uji hipotesis menggunakan uji anava dua jalan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa data hasil tes dari kedua keleas tersebut normal dan homogen sehingga untuk pengujian hipotesis dapat menggunakan anava dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Model pembelajaran Take and Give dengan media kartu lebih efektif daripada model pembelajaran Discovery Learning terhadap prestasi belajar matematika, terdapat 11 siswa tuntas dengan persentase 68,75% dan 5 siswa yang tidak tuntas dengan pesentase 31,25%; 2) Terdapat pengaruh antara motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah terhadap prestasi belajar matematika; 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Copyrights © 2022