Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Sifat inhibisi kekakuan (tuli) dan kesulitan bicara (impaired); (2) Bagaimana cara mendidik anak yang mengalami gangguan pendengaran (tuli) & gangguan bicara (bisu); dan (3) Peran orang tua anak berkebutuhan khusus tunarungu & bisu. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dan dilakukan di SLB PSM TAKERAN. Temuan menunjukkan bahwa meskipun anak-anak penyandang disabilitas, terutama mereka yang tuli atau kesulitan berbicara, memiliki defisit bahasa dan bicara yang membuat mereka sulit untuk terlibat dengan orang lain, tingkat intelektual mereka identik dengan anak-anak yang sedang berkembang. Bantuan diberikan dalam bentuk gerakan tangan dan gerakan tubuh lainnya sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran. Agar anak tunarungu dan bisu mendapatkan pendidikan yang layak, orang tua dan pengajar sangat berpengaruh terhadap kemajuan belajar mereka.
Copyrights © 2023