Penelitian ini menyelidiki bagaimana pemikiran atau pandangan individu terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh inflasi terhadap pendapatan pribadi yang mana inflasi itu sendiri dapat dilihat dari dua sisi akan dampak yang ditimbulkan, yakni sisi positif dan negatif. Untuk itu, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling dalam pengumpulan datanya yang mana responden diminta untuk mengisi kuesioner yang disebarkan secara online melalui media sosial dengan 8 pertanyaan berbentuk jawaban panjang yang harus dijawab berdasarkan hasil pemikiran atau pandangan dari responden itu sendiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dipandang sebagai kondisi di mana terjadinya kenaikan harga barang atau jasa secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu, turunnya nilai mata uang, serta deflasi yang merupakan kebalikan dari inflasi. Inflasi ini terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan penawaran, banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, kelangkaan sumber daya dan barang, tidak adanya barang substitusi, biaya produksi yang mahal, dan lainnya. Tingkat inflasi yang tinggi dinilai dapat membahayakan kehidupan ekonomi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah sehingga pemenuhan kebutuhan konsumsi menjadi semakin sulit serta perekonomian negara menjadi tidak stabil. Namun tingkat inflasi yang rendah dan stabil akan mendorong kemajuan pertumbuhan ekonomi negara karena adanya peningkatan pemasukan pedapatan nasional sebagai efek dari kegiatan produksi yang menjadi lebih produktif, permintaan barang dan jasa yang melonjak naik, peningkatan laba perusahaan, dan sebagainya. Maka dari itu, pendapatan pribadi perlu dikelola sebaik mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sekaligus sebagai antisipasi menghadapi kondisi terjadinya kenaikan harga barang secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu.
Copyrights © 2023