Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik siswa autis melalui kegiatan Ecobrick dan terapi bermain di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah empat siswa autis berusia 8-10 tahun. Asesmen motorik halus mencakup aktivitas seperti menebali pola, menggenggam, melipat benda, memasukkan benda, menggunting, dan menggambar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan motorik halus dan kemampuan sosial siswa autis setelah mengikuti kegiatan Ecobrick dan terapi bermain selama 10 hari. Kesimpulannya, kegiatan Ecobrick dan terapi bermain terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik dan sosial siswa autis di Sekolah Dasar, sehingga dapat menjadi solusi praktis untuk mendukung perkembangan anak autis.
Copyrights © 2024