Inkuiri terbimbing adalah guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan untuk memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi dan guru juga dapat memberikan penjelasan-penjelasan seperlunya pada saat siswa melakukan percobaan. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Tujuan inkuiri terbimbing yaitu untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir terkait dengan proses-proses berfikir reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains kelas III SDN Madiun Lor 04 Kabupaten Madiun Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen (posttest control group design). Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas III SDN Madiun Lor 04 seluruh kelas IIIA dan IIIB dengan jumlah 40 siswa. pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dari cara tersebut, diperoleh sampel yaitu, berjumlah 20 siswa kelas A sebagai kelas eksperimen dan berjumlah 20 siswa kelas B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar tes keterampilan proses sains. Analisis data menggunakan analisis liliefors. Hasil analisis data menggunakan liliefors diperoleh nilai (0,1284) < (0,190) serta hasil analisis uji homogenitas diperoleh = 1,48 < = 2,16. pada uji hipotesis digunakan uji t, hasil analisis uji t diperoleh (3,89) > t tabel (1,68596). Karena t hitung > dari t tabel maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Artinya penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SDN Madiun Lor 04 Kabupaten Madiun berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains kelas III tahun ajaran 2019/2020.
Copyrights © 2020