Sebagai negara dengan jumlah total penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesiamemiliki tantangan dalam defisit BBM. Untuk itu perlu dilakukan impor bahan bakar,dikarenakan kilang existing belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Selainadanya proyek Refinery Development Master Plan dan Grass Root Refinery, salah satusolusi untuk mengatasi persoalan pasokan bahan bakar adalah dengan membangun danmengembangkan kilang mini, diantaranya pertimbangan yang menjadi keunggulan kilnagmini adalah dekat dengan sumber bahan baku dan juga dekat dengan konsumen sehinggadapat membuang delivery cost. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakankilang minyak mini dari segi teknis dan ekonomis. Feed yang digunakan untuk plantini adalah crude oil dengan API gravity 32,1 dari Banyu Urip dan kondensat denganAPI gravity 44,62 dari Jambaran Tiung Biru. Pabrik ini dirancang untuk menghasilkanproduk intermediet. Proses produksi di pabrik ini menggunakan proses yang sederhanauntuk menekan biaya modal, yang terdiri dari Pre-Fractionation Unit, AtmosphericDistillation Unit, dan Vacuum Distillation Unit. Dari hasil analisis ekonomi diperolehbiaya modal sebesar Rp 400.971.243.175,91/per tahun dan biaya produksinya sebesarRp 8.185.168.144.016,17/per tahun. Sedangkan payback period-nya adalah 8,25 tahun,IRR 11,35% dan BEP 56,08%. Dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan teknis,Mini Refinery Plant ini layak untuk dibangun.
Copyrights © 2023