Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sepesial begitupun Tuli karena pada hakekatnya manusia pada umumnya dan tuli khususnya merupakan mahluk yang penuh dengan dinamika. Pada dasarnya individu Tuli atau Difabel rungu sama dengan individu berpendengaran normal pada umumnya, di mana mereka juga memerlukan kebutuhan akan kasih sayang, adanya rasa aman, pengakuan akan harga diri, serta kebutuhan akan pendidikan. Penelitian ini membahas tentang problematika Difabel rungu dalam masyarakat serta dalam pendidikan terutama dalam mata pelajaran matematika di sekolah inklusi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengambilan data berupa wawancara terhadap Siswa dan Guru mata pelajaran. Kehilangan pendengaran akan menyebabkan miskinnya kebahasaan yang dimiliki oleh individu tuli sehingga akan menghambat komunikasi individu difabel secara nyata. Akibatnya individu ini akan kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, terutama dalam hal menyesuaikan diri dengan kondisi yang belum lazim dialaminya. Dalam bersosial mereka agak malu dan kadang sering diam menyendiri. Mereka berbahasa dengan bahasa isyarat yang menggunakan gerakan tangan dan mimik wajah. Difabel rungu mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika seperti halnya banyaknya bilangan. Hal itu dikatakan wajar karena yang normalpun tetap merasa kesulitan.
Copyrights © 2020