Habitat penyu untuk bertelur memiliki karakteristik tersendiri seperti tingkat lebar pantai, kelembaban, dan lainya. Kawasan Teluk Nibung menjadi salah satu tempat persinggahan untuk betelurnya penyu hijau. Keberadaan penyu di kawasan Teluk Nibung mulai mengalami penurunan, hal ini disebabkan beberapa faktor seperti kerusakan dan perubahan struktur pantai dan pemburuan yang terjadi pada habitat hidup dan berkembangbiaknya pasca tsunami Aceh 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat peneluran penyu meliputi lebar pantai, suhu pasir, kelembaban pasir dan kelayakan buku teks yang dihasilkan untuk tambahan referensi Mata Kuliah Ekologi Hewan. Lokasi penelitian ini berada di Kawasan Konservasi Teluk Nibung, Aceh Singkil, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa suhu pasir pada pagi dan siang memiliki rata-rata tertinggi di banding malam, sedangkan kelembaban pasir kebalikkan dari suhu pasir. Hasil dari uji kelayakan buku teks dari validator media dan materi memiliki skor total 96,54% dengan katagori sangat layak direkomendasikan sebagai salah satu referensi Mata Kuliah Ekologi Hewan.
Copyrights © 2024