Penelitian ini menggunakan variabel independen Fear of Missing Out (FoMO) dan variabel dependen kecanduan media sosial dan bertujuan untuk menguji Konstribusi Fear of Missing Out terhadap Kecanduan Media Sosial. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji secara empiris konstribusi antara fear of missing out (FoMO) dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada mahasiswa. Pengukuran fear of missing out (FoMO) menggunakan Fomo scale dan kecanduan media sosial menggunakan Sosial Media Addiction Scale (SMAS). Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang mahasiswa dengan usia antara 19 sampai 25 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi pearson atau korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang peneliti ajukan diterima, terdapat konstribusi fear of missing out (FoMO) dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada mahasiswa dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05). Fear of missing out (FoMO) memiliki konstribusi positif yang signifikan terhadap kecanduan media sosial. Arah hubungan positif menunjukkan bahwa semakin tinggi fear of missing out (FoMO), maka semakin tinggi kecenderungan kecanduan media sosial pada mahasiswa.
Copyrights © 2024