Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik terkait pengembangan bahan ajar elektronik yang mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan pengetahuan lokal (etno) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Melalui analisis kebutuhan yang melibatkan guru dan siswa, penelitian ini mengungkapkan adanya kesenjangan antara bahan ajar yang ada dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar yang relevan dengan konteks budaya mereka, menantang mereka untuk berpikir secara mandiri, dan memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dalam pemecahan masalah nyata. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyarankan pengembangan bahan ajar elektronik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memfasilitasi proses belajar berbasis aktif dan kolaboratif.
Copyrights © 2024