Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas susu. PMK juga menyerang ternak yang berada di bawah naungan KUD Dadi Jaya. Jumlah sapi yang terpapar PMK di KUD Dadi Jaya hampir mencapai 90%. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dan menganalisis dampak PMK terhadap perbedaan produksi susu, kadar protein, kadar Solid Non Fat (SNF) sebelum terdampak PMK tahun 2021 dan pasca PMK tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di KUD Dadi Jaya. Materi yang digunakan adalah data produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Frisien Holsten dari 15 penampungan yang disetor di KUD Dadi Jaya. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Variabel penelitian yaitu produksi susu, kadar protein dan Solid Non Fat (SNF). Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu, kadar protein dan SNF sebelum PMK berbeda (P<0,5) dengan sesudah PMK. Rata- rata produksi susu sebelum PMK yaitu 30,79 ton dan pasca PMK menurun menjadi 25,41 ton, protein susu sebelum PMK 2,92% dan setelah adanya PMK 2,87%, kadar SNF sebelum PMK 8,23% dan setelah PMK 8,18%. Kesimpulannya adalah produksi dan nilai gizi susu sebelum PMK berbeda dengan pasca PMK. Pasca PMK terjadi penurunan produksi susu 5,4 ton, dan penurunan nilai gizi susu yaitu kadar protein 0,025%, , serta penurunan kadar SNF 0,05%.Kata kunci : PMK, produksi, susu, protein, SNF
Copyrights © 2023