cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 421 Documents
EVALUASI KUALITAS DEDAK PADI MELALUI UJI ORGANOLEPTIK DAN RAPID TES PHLOROGLUCINOL DI KOTA MALANG Yode Wanda Sugiari; Umi Kalsum; Irawati Dinasari; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengevaluasi kualitas dedak padi secara organoleptik dan rapid tes phloroglucinol. Materi yang digunakan adalah dedak padi yang diambil dari 4 Kecamatan di Kota Malang dan diteliti selama 4 Minggu. Metode yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan 15 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi lama penyimpanan dan wilayah. Lama penyimpanan diambil sebanyak 3 kali yaitu L0 = Belum mengalami penyimpanan, L2 = Minggu ke dua, dan  L4 = Minggu ke empat. Wilayah meliputi W1 = Kecamatan Klojen, W2 = Kecamatan Blimbing, W3 = Kecamatan Sukun, W4 = Kecamatan Lowokwaru. Ulangan yang digunakan sebanyak 15 reponden. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling dan pengamatan uji organoleptik menggunakan uji hedonik, uji pemalsuan menggunakan rapid tes phloroglucinol. Analisis data dilakukan dengan sidik ragam dan uji beda nyata terkecil. Hasil dari penelitian dedak padi yang diuji secara organoleptik menunjukkan bahwa ada interaksi antara lama penyimpanan dan wilayah pengambilan dedak padi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas dedak padi. Warna dedak padi terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,6±1,08, bau terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 3,87±1,39, rasa terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 2,6±1,80, tekstur terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,13±1,16, daya gumpal terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,13±1,18. Dedak padi yang diuji melalui rapid tes phloroglucinol memiliki serat kasar yang sangat tinggi. Kata Kunci: Kualitas dedak padi, Organoleptik, Rapid Tes Phloroglucinol
PENGARUH PENAMBAHAN Aspergillus Niger PADA HAYLASE COMPLETE FEED BERBASIS BAGAS TEBU DAN KOTORAN AYAM PETELUR TERHADAP KECERNAAN IN VITRO Afrizal Hardianto; Usman Ali; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat penambahan Aspergillus niger pada haylase complete feed berbasis bagas tebu campuran kotoran ayam terhadap kandungan kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organic (KcBO) secara invitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bagas tebu dan Kotoran ayam. Metode penelitian ini adalahpercobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakukan dan masing-masing diulang 3 kali dengan fermentasi P1=6ml, P2=8ml dan P3=10ml. data hasil pengujian dianalisis ragam (anova) jika ada pengaruh nyata dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa masing-masing perlakuan berpengaruh sangat nyata(P<0.01) meningkatkan kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Adapun nilai rata-rata kandungan (%) KcBK yaitu P0= 34,26%a, P1= 36,61%b, P2= 39,25%c P3= 40,88%c. Sedangkan nilai rata-rata kandungan (%) KcBO yaitu P0= 23,45%a, P1= 23,77%ab, P2= 26,79%b, P3= 27,24%c. Disimpulkan bahwa tingkat penambahan kapang Aspergillus niger dalam haylase complete feed berbasis bagas tebu dan kotoran ayam dengan lama fermentasi 7 hari dapat meningkatkan kandungan KcBK dan KcBO. Tingkat penambahan Aspergillus niger menghasilkan kandungan KcBK dan KcBO tertinggi pada dosis 10 ml/ 1 kg bahan, dengan kandungan KcBK P3=40,88% dan KcBO P3=27,24%. Untuk mendapatkan hasil complete feed yang lebih baikdisarankan di fermentasi menggunakan Aspergillus niger dengan dosis 10ml/ 1 kg bahan..Kata kunci: bagas tebu, kotoran ayam, Aspergillus niger, complete feed, haylase, KcBK, KcBO
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PRODUKSI TELUR DAN EFISIENSI PAKAN BURUNG PUYUH Mei Yuni Anida; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian probiotik terenkapsulasi terhadaproduktivitas burung puyuh. Materi yang digunakan adalah 60 ekor burung puyuh (Cortunix japonica) betinaumur 3 bulan dan dua jenis probiotik terenkapsulasi yaitu Lactobacillus salivarius (LS) dan Lactobacillusfermentum (LF).Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari4kelompok dan 3 perlakuan yaitu P0: Pakan standar tanpa probiotik, P1: Pakan standar + 0,5% LS terenkapsulasi,P2: Pakan standar + 0,25% LS + 0,25%  LF  terenkapsulasi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwapemberiaprobiotik LS terenkapsulasidan campurannya dengan  LF dalam pakan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadapkonsumsi pakan. Rata-rata konsumsi pakan (g) P0=567,46; P1 = 592,668; P2= 616,935,sedangkan untuk produksi telur dan efisiensi pakan berpengaruh nyata (P<0,05). Rata-rata produksi telur (g)P0 = 221,143a;P1 278,025b;P2 = 273,803b.Rata-rata efisiensi pakan P0 = 38,950a;P1= 47,025b; P2= 44,374b. Disimpulkan bahwpenambahan probiotik terenkapsulasi baik jenis Lactobacillus salivarius 0,5% dan campurannya dengaLactobacillus fermentum 0,25 % pada pakan ternak puyuh nyata mampu menghasilkan produksi telur daefisiensi pakan yang lebih baik dibanding tanpa pemberian probiotik.
ANALISIS DAN PREDIKSI DAMPAK MIKROPLASTIK PADA UNGGAS AIR (Article Review) Nahdlatul Ummah; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik saat ini merupakan permasalahan yang menjadi perhatian utama terkait dengan pencemaran lingkungan. Jumlah sampah plastik mempunyai kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Sampah plastik juga sudah mengkhawatirkan di dunia peternakan. Penemuan mikroplastik pada saluran pencernaan burung dan unggas air membuktikan bahwa habitat di berbagai daerah telah tercemar oleh mikroplastik. Tujuan article review ini untuk menganalisa prediksi dampak mikroplastik pada unggas air dan memberikan informasi adanya mikroplastik pada unggas air. Kajian yang dibahas meliputi mikroplastik pada hewan, mikroplastik pada unggas, manajemen pemeliharaan unggas air, dan prediksi mikroplastik pada unggas air. Mikroplastik yang terakumulasi ke dalam tubuh organisme/ternak akan mengakibatkan kerusakan baik fisika maupun kimia yang bersifat karsinogenik serta gangguan endokrin. Mikroplastik yang tersebar di area daratan, perairan, dan udara merupakan hasil dari penguraian limbah-limbah plastik oleh mikroorganisme, cahaya dan oksidasi. Air laut membutuhkan waktu cukup lama hingga bisa benar-benar terurai menjadi mikroplastik. Jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, film, dan fragment. Adanya mikroplastik jenis fiber yang ditemukan pada bebek yang dipelihara secara intensif mengindikasikan bahwa ternak lain juga mempunyai kemungkinan terpapar mikroplastik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kontaminan mikroplastik pada unggas air adalah dengan mengurangi kesempatan berinteraksi dengan air melalui pemeliharaan secara intensif, Sumber air yang digunakan berasal dari air dengan minimal kontaminan mikroplastik, Pakan yang diberikan mengandung mikroba pendegradasi mikroplastik, Lingkungan fisik tempat pemeliharaan unggas air harus bagus meliputi suhu, kelembapan udara serta intensitas cahaya.Kata kunci : sampah, mikroplastik, unggas, air
EVALUASI SEMEN SAPI LIMOUSIN DAN SIMENTAL UMUR SEBELAS TAHUN Kushariyanto kushariyanto; Sunaryo sunaryo; Sumartono sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas semen sapi impor (Limousin dan Simental) dan lokal (Bali dan Madura) pada umur 11 tahun untuk selanjutnya dibandingkan dengan standar minimal Permentan No 10 tahun2016. Semen Beku dan Permentan Nomor 10 Tahun 2016 untuk dapat diproses menjadi semen beku. Materi yang digunakan berupa data catatan penampungan semen periode tahun 2020 sapi Limousin, Simental, Bali dan Madura pada saat berumur 11 tahun di BBIB Singosari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus semen sapi Limosin dan Simental serta sapi Bali dn Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen sapi impor umur 11 tahun tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan standar minimal Permentan No 10 tahun2016.. Rata-rata volume semen sapi Limousin umur 11 tahun adalah 6,16±0,173 ml sedangkan sapi Simental 7,09±0,452 ml. Motilitas semen sapi Limousin 81,10±1,040% dan sapi Simental 75,70±1,492%. Abnormalitas semen sapi Limousin 5,80±0,575% dan sapi Simental 8,01±0,821%. Kualitas semen sapi impor dan sapi lokal umur 11 tahun juga tidak menunjukan perbedaan signifikan (P>0,05). Rata-rata volume semen sapi Bali adalah 6,14±0,75 ml dan volume semen sapi Madura yaitu 6,4±0,735 ml. Motilitas semen sapi Bali 80,38±1,71 % dan sapi Madura 78,32±2,65 %. Abnormalitas semen sapi Bali 5,88±1,14 % dan sapi Madura 7,97±1,17%. Disimpulkan bahwa sapi Limousin dan Simental pada umur 11 tahun masih memiliki kualitas semen yang baik sesuai dengan Permentan No 10 Tahun 2016. Sapi Limousin dan Simental pada umur 11 tahun memiliki kualitas semen yang sama bila dibandingkan dengan sapi Bali dan Madura pada umur yang sama. Kata Kunci : sapi impor, sapi lokal
PENGARUH PEMBERIAN GARLIC (Allium sativum) PLUS Saccharomyces cerevisiae PADA PAKAN TERHADAP KONSUMSI, PBB DAN FEED CONVERTION RATIO BROILER PERIODE FINISHER Khabib Mustofa Alkamal; M. Farid Wadjdi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian garlic (Allium sativum) powder plus saccharomyces cerevisae pada pakan terhadap konsumsi, PBB dan FCR broiler periode finishser. Materi yang digunakan yaitu garlic powder, saccharomyces cerevisae, broiler umur 21 hari Unsexing, pakan konsentrat CPI,Tbk S12G. Metode penelitian dilakukan uji eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (Pakan kontrol), P1 ( Pakan tambahan garlic powder 0,2%), P2 (Pakan tambahan probiotik saccharomyces cerevisiae) dan P3 (kombinasi garlic powder 0,2% : saccharomyces cerevisiae 0,6%). Penelitian ini dianalisa menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Bahan campuran dicampurkan berdasarkan prosentase pakan yang akan diberikan atau pemberian garlic powder sebesar 2 gram/kg pakan sedangkan untuk saccharomyces cerevisiae sebanyak 6 gram/kg pakan. Variabel penelitian yang diukur yaitu konsumsii,pertambahan bobot badani dan FCR. Data diolah dan analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan garlic powder plus saccharomyces cerevisiae tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi. iDiperolehinilaiirata – irata ikonsumsi P0 = 1879,5 g/ekor, P1 = 1878,75 g/ekor, P2 = 1843,75 g/ekor, dan P3=1831 g/ekor. Namun hasil analisa ragam pada pertambahan bobot badan dan FCR menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan nilai rata – rata PBB sebesar P0=1139,38a g/ekor, P1= 1155,66a g/ekor, P2= 1261,97b g/ekor, dan P3= 1282,09b g/ekor. Pada hasil FCR broilerijugaiimemberikanipengaruhisangat inyata (P<0,01) yakni dengan nilai P0= 1,65b, P1= 1,63b, P2= 1,46a, dan P3= 1,43b. ikesimpulanidariihasilIpenelitianiini adalahi penggunaan garlic powder plus saccharomyces cerevisiaeitidakiberpengaruhIterhadapIkonsumsiibroiler namuni berpengaruhisangat nyata pada PBB dan FCR dengan nilai PBB tertinggi P3 1282,09b, broiler mengalami peningkatan bobot badan secara baik diakibatkan adanya perbaikan tingkat daya cerna sehingga penyerapan nutrisi dapat diakukan secara maksimal selain itu juga didapatkan nilai FCR terbaik P3= 1,43b.Kata kunci : Galic powder, Saccharomyces cerevisiae, broiler, konsumsi, PBB dan FCR 
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN SENGON (Albizzia falcataria) TERALKALINASI DAN TERFERMENTASI ) SEBAGAI BAHAN PAKAN ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL Eko Nova Adiyanto; Sunaryo Sunaryo; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tingkat penggunaan campuran daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi sebagai bahan pakan itik pedaging periode finisher. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi yang dicampur dengan konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard, dan juga itik pedaging periode finisher jenis kelamin jantan dengan rata-rata bobot badan 845 gram umur 21 hari sebanyak 16 ekor. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, pada tiap unit percobaan terdiri dari 1 itik ditambah 4 itik untuk percobaan lain dengan variabel yang berbeda. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = 100% ransum yang terdiri konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard, P1 =  95% ransum yang terdiri konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard + 5% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi, P2 = 90% ransum yang terdiri konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard + 10% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi, P3 = 85% ransum yang terdiri konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard + 15% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi. Hasil  yang diperoleh (persentase karkas dan persentase lemak abdominal) kemudian dianalisis ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian didapat bahwa tingkat penggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi dalam pakan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) pada persentase lemak abdominal itik pedaging periode finisher. Rata-rata persentase karkas pada tiap perlakuan adalah P0 = 57,031%, P1 = 56,964%, P2 = 55,778%, dan P3 = 55,201% dan nilai persentase lemak abdominal pada tiap perlakuan adalah P0 = 1,060%b , P1 = 1,024%ab , P2 = 0,986%a , dan P3 = 0,972%a. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi pada tingkat 15%  dapat digunakan sebagai pakan itik pedaging periode finisher.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius PLUS BIO ENZIM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN ORGANIK PAKAN BURUNG PUYUH Guruh Setyo Pambudi; Umi Kalsum; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius dengan bio enzim terhadap kecernaan bahan kering dan organik pakan burung puyuh. Materi penelitian menggunakan puyuh petelur fase layer, pakan komersial, isolat Lactobacillus salivarius, bio enzim, maltodekstrin, pati jagung, serta sampel feses. Metode penelitian eksperimen In Vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x4 perlakuan serta ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika ditemukan perbedaan nyata, uji Beda Nyata Terkecil (BNT) diterapkan untuk evaluasi lebih lanjut. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: pakan komersial tanpa probiotik (kontrol), sedangkan P1, P2, dan P3 penambahan enkapsulasi probiotik lactobacillus salivarius plus bio enzim dengan dosis P1: 1.5 gr/kg, P2: 3 gr/kg, dan P3: 4.5 gr/kg dalam pakan. Kecernaan bahan kering (BK) dan organik (BO) adalah variabel yang diamati. Penambahan probiotik terenkapsulasi Lactobacillus salivarius plus bio enzim berbeda nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering serta berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik. Nilai rataan KcBK perlakuan P0: 49,25a , P1: 57,62b , P2: 59,21b , dan P3: 59,25b . Nilai rataan KcBO perlakuan P0: 48,35a , P1: 57,09b , P2: 58,79b , dan P3: 58,92b . Penambahan enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius plus bio enzim dengan selisih dosis 1.5 gr/kg pakan pada perlakuan P1, P2, dan P3 memiliki nilai rata-rata KcBK dan KcBO yang optimal jika dibandingkan dengan P0 tanpa tambahan probiotik. Kata Kunci: Lactobacillus salivarius, bio enzim, enkapsulasi, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik.
ANALISIS PERBEDAAN TEKNIK PEMERAHAN TERHADAP KUALITAS SUSU SAPI PFH DI KAN JABUNG Ulinnuha, Ahmad; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan teknik pemerahan terhadap kualitas susu sapi perankan friesian holstein (PFH) di KAN JABUNG. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu segar sapi PFH dari 20 ekor laktasi ke-3 dengan bulan laktasi 4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan 2 perlakuan yaitu lain P1: teknik pemerahan tradisional (full hand), P2: teknik pemerahan modern (bucket milking machene), masing-masing perlakuan diulang 10 kali. Variabel penelitian ini yaitu kadar lemak dan berat jenis susu sapi PFH. . Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian kadar lemak susu sapi PFH teknik pemerahan tradisional berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan teknik pemerahan modern, rata rata nilai kadar lemak (%) P1=4,199, P2=5,817. Berat jenis susu sapi PFH teknik pemerahan menggunakan teknik tradisional tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan teknik pemerahan modern. Rata rata nilai berat jenis (g/ml) yaitu P1: 1,0268, P2: 1,0269. Kesimpulan bahwa teknik pemerahan  antara tradisional dengan modern menghasilkan kadar lemak susu sapi PFH yang berbeda, namun tidak berbeda pada berat jenis susu sapi PFH. Teknik pemerahan menggunakan secara modern dapat menghasilkan kadar lemak susu sapi PFH lebih tinggi. Kata kunci: Sapi peranakan Friesian Holstein; teknik pemerahan; kadar lemak; berat jenis
PENGARUH PEMBERIAN SARI DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION TERNAK PUYUH PERIODE LAYER Edy Purwanto; Muhammad Farid Wadjidi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa pengaruh pemberian sari daun mengkudu (morinda citrifolia) dan multi enzim dalam air minum terhadap konsumsi pakan dan quail day production ternak puyuh periode layer. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sari daun mengkudu, multi enzim dengan burung puyuh usia 6 bulan yang banyaknya 320 ekor. Metode pengamatan ini yaitu penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan ditambah campuran sari daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim/SDME dengan tingkat yang berbeda dalam air minum, P0 = air minum tanpa SDME, P1 = air minum + 3 ml SDME, P2= air minum + 6 ml SDME, dan P3 = air minum + 9 ml SDME. Data yang didapatkan dianalisa dengan analisis ragam (ANOVA) dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim(SDME) pada air tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05) tetapi berpengaruh nyata terhadap Quail Day Production (P<0,05). Rata-rata nilai konsumsi pakan selama penelitian pada puyuh umur 180 sampai 200 hari adalah P0= 419,10 gram P1= 418,78 gram P2=  418,61 gram dan  P3= 418,53 gram. Rata-rata Quail Day Production (%) selama penelitian (20 hari) pada puyuh umur 180 sampai 200 hari adalah P0= 67,88a, P1= 69,13a, P2= 72,50ab dan P3= 76,75b. Disimpulkan bahwa penambahan pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum menjadi meningkat pada Quail Day Production dan tidak menimbulkan pengaruh terhadap konsumsi pakan pada puyuh periode layer usia 180 hari sampai 200 hari. Direkomendasikan menambahkan sari daun mengkudu dan multi enzim sebanyak 9 ml kedalam 1 liter air minum untuk mendapatkan Quail Day Production yang baik. Kata kunci : puyuh, sari daun mengkudu, multi enzim, konsumsi pakan dan Quail Day Production.

Page 1 of 43 | Total Record : 421