Gangguan reproduksi merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam efisiensi reproduksi sapi perah yang sering dihubungkan dengan nilai kondisi tubuh ternak atau yang disebut juga dengan Body Condition Score (BCS). Sekitar 40-55% induk sapi di Indonesia mengalami gangguan reproduksi. Salah satu gangguan reproduksi yang diakibatkan oleh skor BCS rendah yaitu kawing berulang (repeat breeder), silent heat, hipofungsi ovarium dan corpus luteum persisten (CLP). Skor BCS ideal sapi perah antara 2,5-3 pada skala 1-5. Sapi perah dengan BCS kurang ideal akan berdampak pada sistem reproduksinya sehingga tidak berfungsi secara optimal. Faktor yang dapat mempengaruhi nilai BCS pada sapi perah yaitu nutrisi pakan yang diberikan. Pemberian konsentrat dan hijauan seperti rumput gajah dengan rumput lapang dan campuran kaliandra dengan gamal, ketersedian air minum secara ad libitum, pemberian supplement feed yang terdiri dari mineral, selenium, kalsium, dan vitamin E serta manajemen kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan reproduksi.Kata kunci: Gangguan reproduksi; BCS; pakan; sapi perah.
Copyrights © 2023