Latar Belakang: Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki persaingan antara Arab Saudi (Sunni) dan Iran (Syiah) dalam membangun kekuatan di Timur Tengah dengan menggunakan pendekatan agama dan ideologi. Fokusnya adalah untuk mencapai keseimbangan kekuatan antara Arab Saudi dan Iran di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik di Suriah dan Yaman. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan berita, artikel jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi pemerintah, dan pidato politik. Metode pengumpulan data melibatkan analisis konten dari sumber-sumber yang relevan dan survei literatur. Observasi terhadap perkembangan politik terbaru di Timur Tengah juga dilakukan. Hasil: Artikel ini menyoroti peran signifikan Arab Saudi dan Iran dalam konflik di Suriah dan Yaman, termasuk dalam hal pendanaan dan bantuan logistik militer. Tidak diragukan lagi, perkembangan politik di Timur Tengah selalu menjadi sorotan global. Kekacauan tingkat tinggi yang kompleks, bersama dengan isu-isu regional dan global, menyebabkan konflik yang sedang berlangsung, menarik perhatian masyarakat umum. Arab Saudi dan negara-negara lain terus mendapatkan perhatian global karena pengaruh mereka dalam dinamika ini. Kesimpulan: Baik Arab Saudi maupun Iran secara aktif mencari mitra dalam upaya menjaga keseimbangan dengan negara-negara lain yang dianggap memiliki keunggulan relatif.
Copyrights © 2024