Swamedikasi adalah pengobatan yang dilakukan untuk mengobati gejala keluhan yang dialami oleh seseorang secara mandiri. Swamedikasi ini memiliki beberapa kelebihan, namun tidak jarang juga menimbulkan beberapa kerugian ketika tingkat pengetahuan masyarakat yang minim dalam melakukan swamedikasi. Hal ini dapat mengakibatkan efek terapi yang diharapkan dari pengobatan tidak tercapai. Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan dalam hal anggaran kesehatan. Tugas dan fungsi pelayanan pesantren dan pendidikan diniyah yang utama adalah pendidikan Islam, namun berkaitan dengan kesehatan santri yang berada diwilayah pesantren juga menjadi tanggung jawab yang tidak dapat dikesampingkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan 3 metode yaitu kegiatan assesment awal, kegiatan pelatihan dengan pemberian bimbingan melalui metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) dan monitoring evaluasi hasil kegiatan yang dilakukan pada 17 pondok pesan tren di Kota Bengkulu. Hasil evaluasi Pre dan Post Test pada kegiatan ini didapatkan nilai rata-rata sebesar 95,83%. Hasil pengolahan data menggunakan uji T-test independent menunjukan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan yang signifikan (p=0.000). Pengetahuan sebagian besar peserta terjadi peningkatan dalam pengetahuan tentang obat-obat yang digunakan dalam swamedikasi setelah dilakukan pelatihan.
Copyrights © 2024