Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti)
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019

SENI BUDAYA SEBAGAI JEMBATAN INTEGRASI ANTARBANGSA DAN TANTANGANNYADALAM MASYARAKAT GLOBAL

A. Lili Evita (Universitas Hasanuddin)
Magriet Moka Lappia (Universitas Hasanuddin)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2019

Abstract

Budaya merupakan komoditi pikiran yang sifatnya mencair. Hal ini berarti budaya tidak bisa diikat oleh kondisi geografis atau dibatasi oleh ruang waktu. Pada perkembangan masyarakat modern selanjutnya, kebudayaan menjadi komoditas pengembangan pariwisata di daerah. Tidak jarang kemudian jika terjadi sengketa akibat klaim kebudayaan. Beberapa sengketa diantaranya klaim batik oleh Cina, tarian reog Ponorogo dan keris oleh Malaysia. Padahal dalam perkembangan sejarah kebudayaan bisa menjai alat integrasi antara bangsa dan media pesebaran ideologi. Misalnya dalam perjumpaan kebudayaan Hindu-Budha dan Islam, seni menjadi alat pesebaran yang mudah diterima dan melebur dalam masyarakat. Demikian pula dengan perkembangan kuliner di nusantara, dijumpai perpaduan budaya kuliner antara Melayu, Cina dan Bugis pada makanan coto dan barongko. Tulisan ini akan menelisik perkembangan kebudayaan di Nusantara, melalui pendekatan studi literatur. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa keanekaragaman budaya merupakan sebuah peluang untuk menjalin sebuah diplomasi kebudayaan. Persamaan budaya yang ditemukan di berbagai Negara, seperti Malaysia, Cina maupun Jepang dikarenakan interaksi antara manusia. Olehnya seni budaya yang tercipta dari inteaksi masyarakat tidak seharusnya bersifat monopolistik. Klaim budaya terjadi diakibatkan karena adanya faktor politik yang dilatari oleh kepentingan ekonomi.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sesanti

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Seminar ini dimulai pada tahun 2019 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ruang lingkup seminar ini khususnya kajian-kajian bidang kebudayaan, ...