Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti)
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019

PEMBERITAAN MEDIA ONLINE TENTANG KALTIM GREEN: KAJIAN EKOLINGUISTIK KRITIS

Syamsul Rijal (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2019

Abstract

Isu pelestarian lingkungan semakin seksi dibicarakan saat ini, termasuk Provinsi Kalimantan Timur yang ramai dengan program Kaltim Green- nya. Akan tetapi, di tengah gencarnya pelaksanaan berbagai program pelestarian lingkungan atau Kaltim Green tersebut, beberapa kota di Kalimantan Timur justru dilanda banjir besar yang disinyalir akibat penggundulan hutan. Hal ini seolah menggagalkan semua program Kaltim Green padahal media lokal telah gencar-gencarnya memberitakan kesuksesan dan kebanggaan atas program Kaltim Green ini. Artikel ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai judul berita online tentang Kaltim Green sejak tahun 2010 hingga tahun 2019. Secara purposive sampling, judul berita tersebut dianalisis secara ekolinguistik kritis dengan pendekatan wacana kritis pula. Hasilnya, beberapa judul berita yang dimuat media online justru secara terbalik memberitakan kehancuran dahsyat hutan di Kalimantan Timur. Judul berita online “Program Penghijauan Terbanyak di Kukar” secara kritis justru mengabarkan bahwa Kabupatan Kukar merupakan kabupaten yang paling banyak atau paling luas mengalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu kecermatan dalam memberitakan soal program pelestarian lingkungan ini supaya tidak menyebarkan informasi yang justru merugikan Provinsi Kalimantan Timur yang sejak dulu terkenal sebagai paru-paru dunia.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sesanti

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Seminar ini dimulai pada tahun 2019 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ruang lingkup seminar ini khususnya kajian-kajian bidang kebudayaan, ...