Penyakit mulut merupakan salah satu penyakit tidak menular (NCD) yang paling umum terjadi di seluruh dunia, dan mempengaruhi sekitar 3,5 miliar orang. Penyakit mulut utama ini mempengaruhi hampir 480 juta orang (43,7% dari populasi) pada tahun 2019. Karies gigi adalah NCD yang paling umum di seluruh dunia, dengan lebih dari sepertiga populasi global hidup dengan karies gigi yang tidak diobati. Penyebab utama adalah bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak Fibraurea tinctoria Lour dalam pasta gigi herbal terhadap S. mutans dengan desain penelitian eksperimental laboratorium. Metode difusi cakram Kirby-Bauer digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri, sementara sifat sensorik dan fisikokimia pasta gigi dievaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pasta gigi dengan ekstrak etanol akar kuning pada konsentrasi 3,125% dan 6,250% memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan, dengan zona hambat rata-rata 19,36 mm dan 11,04 mm, sedangkan konsentrasi 0,3125% tidak menunjukkan aktivitas hambatan. Penggunaan bahan pengikat CMC-Na pada konsentrasi 3% dan 5% memenuhi standar kualitas, sementara pada 1% tidak memenuhi uji viskositas. Hasil ini menunjukkan potensi pengembangan pasta gigi herbal sebagai alternatif yang efektif dalam mengatasi masalah karies gigi, dengan mengurangi ketergantungan pada produk berfluorida yang berpotensi menimbulkan efek samping.
Copyrights © 2024