Seks pra nikah, aborsi, serta HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) pada remaja disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan masalah kesehatan reproduksi dan stigma seputar seksualitas. Terbatasnya akses terhadap informasi yang sesuai dengan kebutuhan remaja merupakan salah satu faktor penyebabnya. Informasi tentang kondisi medis regeneratif sangat penting untuk membantu upaya mengembangkan status kesejahteraan konseptual. Edukasi media digital merupakan strategi baru yang mudah diakses, dapat diandalkan, sesuai, dan ramah remaja. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk menganalisis implementasi dan pemanfaatan media edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Struktur penelitian ini merupakan analisis terinci yang menggunakan diagram alir PRISMA. Peneliti menerapkan metode PICO dan mencari artikel dalam bahasa Inggris yang dipublikasikan antara tahun 2019-2024 dengan mengumpulkan artikel melalui pencarian di beberapa database yaitu Google Cendekia, Springer, PubMed, Sage dan Science Direct, serta menghasilkan 15 jurnal yang relevan. Dari penelusuran literature media edukasi yang digunakan baik melalui mHealth , video, jejaring sosial, ponsel, chatbot AI dan aplikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis media edukasi digital terbukti bermanfaat untuk mengajarkan tentang promosi kesehatan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, perspektif, dan mendukung remaja untuk berperilaku sehat.
Copyrights © 2024