Artikel bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan dalam upaya mendorong people to people contact di daerah perbatasan dalam bidang pariwisata. Permasalahan utama yang ditemui dalam mencapai tujuan adalah kurangnya infrastruktur konektivitas antar daerah perbatasan. Artikel ini akan menjawab pertanyaan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan kawasan perbatasan untuk meningkatkan people to people contact. Lokus penelitian meliputi daerah perbatasan Kalimantan Utara (Indonesia) – Sabah (Malaysia). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil dari analisis ini ditemukan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan relatif kurang dan perlu lebih mendapat prioritas mengingat arti strategis daerah perbatasan sebagai halaman depan suatu negara. Menyangkut konektivitas Kalimantan Utara – Sabah, telah terdapat jalur transportasi laut dengan menggunakan kapal ferry dan jalur penerbangan Tawau – Tarakan yang ditutup sejak tahun 2020 karena pandemi COVID-19. Dalam rangka meningkatkan people to people contact di perbatasan Kalimantan Utara-Sabah, jalur penerbangan internasional antara Tawau (Sabah) dengan Tarakan (Kalimantan Utara) diharapkan kembali dibuka dan dikoneksikan dengan rute penerbangan domestik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara – Sabah serta terkoneksi dengan penerbangan ke provinsi lainnya di Indonesia. Kata Kunci: konektivitas, penerbangan, wisatawan, infrastruktur, perbatasan.
Copyrights © 2023