Hemodialisis merupakan pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang paling umum di seluruh dunia dan di Indonesia. Hemodialisis atau proses cuci darah menjadi tindakan yang sangat membantu pasien PGK dalam upaya untuk memperpanjang usia pasien. Kecemasan pada pasien hemodialysis dapat terjadi akibat terapi yang berlangsung seumur hidup dan pasien membutuhkan ketergantungan pada mesin yang pelaksanaanya rumit dan membutuhkan waktu yang lama serta memerlukan biaya yang relatif besar. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan kecemasan kematian dengan Lama Sakit Pada Pasien CKD (Chronic Kidney Disease) yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Dokter Mohamad Shaleh Kota Pobolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan cross sectional. Sampel adalah bagian dari populasi. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel yang diambil adalah Semua Pasien CKD (Chronic Kidney Disease) yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Dr. Muhammad Shalah Sejumlah 128 Orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dengan menggunakan uji Uji chi spearman rank dengan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner DAQ items dan DASS. Hasil: Uji Spearman Rank didapatkan P Value 0,009 dan P Value 0,000 dan a= 0,05 artinya r < a, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat Hubungan kecemasan kematian dengan Lama Sakit Pada Pasien CKD (Chronic Kidney Disease) yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Dokter Mohamad Shaleh Kota Pobolinggo.
Copyrights © 2024