Menyusui sejak dini itu baik untuk ibu dan bayi, salah satu penyebab dari tidak terwujudnya pemberian ASI secara eksklusif yaitu akibat dari tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Terutama bagi ibu yang mengalami proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Teknik yang diajarkan kepada ibu dalam masa ini yaitu tehnik yang dapat membuat ibu lebih rileks dan memberikan kelancaran dalam produksi ASI. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat meingkatkan kelancaran produksi ASI salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan melaksanakan penerapan Pijat Oksitosin pada ibu post partum primipara dengan diagnose medis p1001 post sc hari ke-1 di ruang peristi ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksanaan Penerapan Pijat Oksitosin di Ruang Peristi Ibu. Hasil studi kasus yang dilakukan pada masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sc dengan penerapan pijat oksitosin pasien merasa rileks dan produksi asi meningkat dalam sehari yakni 180 cc frekuensi pemberian ASI 6 kali dalam sehari dengan durasi 40 menit. Pasien menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan dari asuhan keperawatan penulis mengangkat diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai asi ditandai dengan asi keluar sedikit (D.0029).
Copyrights © 2024