Articles
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Ketidakstabilan KGD Studi Kasus Klien DM Tipe II dengan Terapi Relaksasi Otot Progresif di Ruang Mawar Merah Putih Bawah RSUD Sidoarjo
Rahman, Handono Fatkhur;
Permatasari, Lutfia;
Dewi, Novela Eka Candra
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v5i1.8003
Pendahuluan : Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Tujuan : Mengetahui gambaran pemberian terapi relaksasi otot progresif dalam Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah ( Studi Kasus Klien Diabetes Melitus Tipe II) Dengan Terapi Relaksasi Otot Progresif Di Ruang Mawar Merah Putih Bawah Rsud Sidoarjo. Metode : metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian pelaksanaan relaksasi otot progresif. Pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif dilakukan selama 3 hari berturut turut dengan durasi 10 menit. Hasil : Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 3 kali pertemuan, indikator kriteria hasil tercapai sepenuhnya penurunan sering BAK, sering merasa lapar dan gula darah puasa menurun. Kesimpulan : Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan relaksasi otot progresif menangani ketidakstabilan kadar glukosa darah efektif untuk digunakan karena adanya perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah terapi yaitu dari kadar glukosa darah tinggi menjadi turun.
Penerapan Teknik Relaksasi Diaphragmatic Breathing untuk Mengurangi Nyeri Post Operasi Sectio Caesarea pada Pasien dengan Indikasi Gemelli di Ruang Nifas RSUD Sidoarjo
Fitri, Melinia Akhirul;
Andayani, Sri Astutik;
Dewi, Novela Eka Candra
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v5i1.7119
Nyeri akut pada post operasi sectio caesarea dirasakan setelah operasi selesai, pasien mulai sadar dan efek anastesi habis maka pasien akan merasakan nyeri pada bagian tubuh yang mengalami pembedahan. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam mengatasi nyeri akut pada post sectio caesarea adalah terapi non farmakologis adalah teknik relaksasi nafas dalam, relaksasi napas adalah pernapasan abdomen (Diaphragmatic Breathing) dengan frekuensi lambat atau perlatihan, berirama, dan nyaman yang dilakukan dengan memejamkan mata. Terapi non farmakologis ini tidak memiliki efek samping. Melaksanakan penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri post operasi sectio caesarea pada pasien dengan indikasi gemelli di ruang nifas RSUD Sidoarjo. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien dengan keluhan nyeri post operasi sectio caesarea. Hasil studi kasus yang dilakukan pada psien dengan keluhan nyeri post operasi sectio caesarea setelah diberikan intervensi selama 3x24 jam diketahui bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri. Berdasarkan data pengkajian diatas didapatkan data keluhan utama pasien dengan keluhan nyeri post operasi sectio caesarea dan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea.
Penerapan Teknik Batuk Efektif dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Anak dengan Bronkopneumonia di Ruang Picu RSUD Sidoarjo
Hasan, Zainul;
Andayani, Sri Astutik;
Dewi, Novela Eka Candra
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v5i1.8345
Latar belakang Penyakit bronkopneumonia dapat mengganggu fungsi dari saluran pernapasan pada tubuh manusia yang nantinya akan menyebabkan klien mengalami gejala batuk berdahak, sesak nafas, serta menjadi pemicu terjadinya penumpukan produksi sekret di area bronkus dan sekitar alveoli sehingga timbul masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengindentifikasi Penerapan Teknik Batuk Efektif untuk Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Anak Dengan Bronkopneumonia di Ruang PICU RSUD Sidoarjo. Metode metode yang digunakan dalam karya ilmia akhir ini menggunakan metode pemberian tekhnik batuk efektif pada pasien dengan Hasil dari evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan penerapan tekhnik batuk efektif selama 3 hari pertemuan, indicator pada kriteria hasil tercapai sepenuhnya dibuktikan dengan penurunan terhadap produksi sputum, suara napas tambahan dan rasa cemas yang dirasakan klien, serta perbaikan frekuensi napas. Kesimpulan bahwa Penerapan Teknik Batuk Efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas pada pasien anak dengan Bronkopneumonia di Ruang PICU RSUD Sidoarjo.
Application of Active Cough Techniques in Cases of Ineffective Airway Clearance in An.Q Patients with a Diagnosis of Acute Bronchopneumonia
Qaimah, Silatil;
Munir, Zainal;
Dewi, Novela Eka Candra
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol 5, No 2 (2024): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/rehat.v5i2.7412
Background: Bronchopneumonia can disrupt the function of the respiratory tract in the human body, which will later cause clients to experience symptoms of coughing up phlegm, shortness of breath, and can trigger accumulation of secretion production in the bronchial area and around the alveoli, resulting in problems with ineffective airway clearance. Objective: of this study is to identify the application of effective cough techniques for cases of ineffective airway clearance in pediatric patients with acute bronchopneumonia in the children's room at Sidoarjo Regional Hospital. Method: the method used in this final scientific work uses a method of providing effective cough techniques to patients with Results: the nursing evaluation based on progress notes shows that, after implementing effective cough techniques for 3 days of meetings, the indicators in the outcome criteria were fully achieved as evidenced by a decrease on sputum production, additional breath sounds and anxiety felt by the client, as well as improvement in respiratory frequency. Conclusion: The application of the cough technique is effective in overcoming airway clearance problems in pediatric patients with acute bronchopneumonia in the children's room at Sidoarjo Regional Hospital.
The Influence of B-SE on the Health Behavior of Santri Islamic Boarding School Related to Dengue Fever Prevention
Dewi, Novela Eka Candra;
Safitri, Siti Zulfiana;
Putriyana, Sofiyatul;
Andini, Sulis Cahya
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v5i4.9735
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a significant health issue in tropical regions, including Indonesia, particularly in environments like Islamic boarding schools with high population density and sanitation challenges. This study evaluates the effectiveness of Booklet-Self Education (B-SE) in improving knowledge and clean and healthy living behavior (PHBS) among students for DHF prevention. Using a quasi-experimental pretest-posttest group design, 204 female students were divided into experimental and control groups, each with 102 participants. The experimental group received B-SE-based health education. Results revealed a significant improvement in the knowledge and PHBS practices of the experimental group, with a p-value of 0.000 (p<0.05). These findings highlight the potential of B-SE as an effective educational tool for fostering PHBS and preventing DHF in boarding school settings. The study suggests that incorporating such educational media into health programs can reduce DHF prevalence and enhance public health awareness in similar environments.
Community Stigma toward Leprosy Patients
Hidayat, Mukhlish;
Hakim, Arif Rahman;
Khalilah, Nur;
Nur, Mohamad;
Dewi, Novela Eka Candra;
Rohman, Atiqur
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v6i1.10814
Leprosy is a chronic disease that rarely causes death but often causes disability. This disability leads to different opinions in the community, which disrupts the social life of leprosy sufferers and the surrounding community. In this study, the researcher wanted to examine more deeply the opinions of people with leprosy. This research design uses qualitative research that focuses on a phenomenological approach. The participants taken in this study were 11 people who had criteria where the location of the participant's house was not more than 100 meters from the leprosy patient. Participants were selected through purposive sampling and data collection techniques using in-depth interviews with the main instrument, namely the researcher himself and assisted by other instruments in the form of field notes, interview guidelines and sound recording devices. The results of this study resulted in three themes: (1) Factors that influence stigma towards leprosy patients (2) Perceptions of Leprosy Patients (3) Forms of Stigma towards Leprosy Patients. Community stigma still occurs against leprosy patients, this is due to the low level of education and knowledge of the community about leprosy, so there needs to be intervention by health workers to increase community knowledge so that the stigma felt by leprosy patients can be reduced.
Penerapan Pijat Oksitosin pada Ibu Post Partum Primipara dengan Diagnosa Medis P1oo1 Post SC Hari Ke-1 DI Ruang Peristi Ibu
Mahsusiah, Windy Ayu Oktavil;
Munir, Zainal;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.75
Menyusui sejak dini itu baik untuk ibu dan bayi, salah satu penyebab dari tidak terwujudnya pemberian ASI secara eksklusif yaitu akibat dari tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Terutama bagi ibu yang mengalami proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Teknik yang diajarkan kepada ibu dalam masa ini yaitu tehnik yang dapat membuat ibu lebih rileks dan memberikan kelancaran dalam produksi ASI. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat meingkatkan kelancaran produksi ASI salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan melaksanakan penerapan Pijat Oksitosin pada ibu post partum primipara dengan diagnose medis p1001 post sc hari ke-1 di ruang peristi ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksanaan Penerapan Pijat Oksitosin di Ruang Peristi Ibu. Hasil studi kasus yang dilakukan pada masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sc dengan penerapan pijat oksitosin pasien merasa rileks dan produksi asi meningkat dalam sehari yakni 180 cc frekuensi pemberian ASI 6 kali dalam sehari dengan durasi 40 menit. Pasien menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan dari asuhan keperawatan penulis mengangkat diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai asi ditandai dengan asi keluar sedikit (D.0029).
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik (ROM) Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik pada Ny. E dengan Diagnosa Peb Post Sectio Caesarea (SC) di Ruangan Peristi Ibu
Aflahah, Irsi Hajar;
Khotimah, Husnul;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.76
Sectio caesarea (SC) satu proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Preeklampsia berat menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg disertai edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Mobilisasi dini sangat penting bagi ibu post SC, karena mempengaruhi proses penyembuhan luka dengan Range of Motion (ROM) latihan gerakan yang dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan memelihara kekuatan otot. Tujuan Melaksanakan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik ROM Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ny.E Dengan Diagnosa PEB Post sectio caesarea (SC) di ruangan Peristi Ibu. Metode penelitian yang di gunakan adalah studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, prilakuan dan dokumentasi penerapan ROM pada Ny E post SC. Hasil terdapat pengaruh pada Ny. E dalam penerapan Teknik ROM untuk meningkatkan mobilitas fisik dengan masalah keperawatan mobilitas fisik yang signifikan dalam pengelolaan nyeri pada pasien (SC) sectio caesarea. Kesimpulan pasien memerlukan perawatan yang mencakup menajemen nyeri dan perbaikan mobilitas fisik dan perhatian khusus terhadap gizi ibu dan juga memberi dukungan tentang ROM Latihan gerakan ibu.
Penerapan Tehnik Effleurage Massage pada Ny. D Kala 1 Persalinan dengan Masalah Nyeri di Ruangan VK
Widad, Sofil;
Sholehah , Baitus;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.82
Latar Belakang: Nyeri persalinan kala 1 disebabkan karena kontraksi rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan servik sehingga dapat menyebabkan hilangnya control emosional dan berperan dalam kejadian persalinan traumatis dan gangguan psikologis. Oleh karena itu, untuk mengurangi nyeri pada Kala 1 persalinan dengan menggunakan teknik effleurage massage. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan tehnik effleurage massage pada Ny. D kala 1 persalinan dengan masalah nyeri. Metode: Teknik pengumpulan data dengan cara pengkajian menggunakan metode wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik head to toe dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Terdapat pengaruh pada Ny. D dalam penerapan teknik effleurage massage dengan durasi 10 menit selama persalinan kala 1 dengan masalah nyeri memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan nyeri dan kesejahteraan ibu saat melahirkan. Kesimpulan: Penerapan teknik effleurage massage pada Ny. D dengan masalah nyeri dapat menjadi komponen yang berharga dalam manajemen nyeri selama persalinan kala 1. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan meningkatkan pengalaman persalinan secara keseluruhan bagi Ny. D.
Penerapan Teknik Diaphragmatic Breathing untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Gemeli Diruang Peristi Ibu
Khomariyah, Zulika Qismiatul;
Fauzi, Ahmad Kholid;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.88
Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan prosedur pembedahan melalu insisi di dinding abdomen dan dinding uterus untuk mengeluarkan janin yang bertujuan untuk menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan ibu dan janin, pasien pasca sectio caesarea akan muncul dampak fisik atau fisiologis yaitu nyeri, kejadian ini muncul pasca sectio caesarea karena diakibatkan adanya torehan jaringan saat pembedahan, salah satu cara meredakan rasa nyeri , adalah teknik relaksasi diaphragmatic breathing yang dimana teknik ini mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan teknik diaphragmatic breathing untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea dengan indikasi gemeli di ruang Peristi Ibu. Metode Penelitian: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada laporan kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi diaphragmatic breathing pada pasien post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut terdapat penurunan tingkat nyeri. Kesimpulan: Melihat dari hasil laporan kasus ini, maka penerapan diaphragmatic breathing merupakan intervensi yang tepat pada penanganan kasus post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut.