Lansia menjadi salah satu angka terbanyak penderita hipertensi menurut laporan nasional Riskesdas 2018. Hal ini disebabkan karna perubahan srtuktur pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan luman, pembuluh darah menjadi kaku, elastisitasnya berkurang sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi. Gejala yang biasa dirasakan penderita hipertensi seperti sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, susah tidur dll. Gangguan pola tidur penderita hipertensi bisa menyebabkan peningkatan hormone kortisol sehingga tekanan darah tidak stabil hingga dapat menyebabkan komlikasi dan dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Aroma lavender memiliki kandungan linalool sebanyak 35% dan linalylasetat sebanyak 51% yang memiliki efek sedative dan narkotik yang bermanfaat untuk menurunkan keluhan sulit tidur. Beberapa minyak esensial yang sudah diteliti ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi menenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutapa diakibatkan oleh stress, gelisah dan depresi. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan pemberian aromaterapi lavender dalam pemenuhan istirahat tidur pada penderita hipertensi. Metode: Menggunakan asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3x24 jam pada Ny S. Hasil: setelah dilakukan intervensi keperawaran selama 3x24 jam dihasilkan terdapat keefektifan pemberian aromaterapi lavender pada penderita pada Ny S dengan keluhan sulit tidur menurun, dan keluhan sering terjaga menurun.
Copyrights © 2024