Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Mesin Welding MIG di PT XYZ. Karena data historis perbaikan mesin belum terdokumentasikan dan diterapkan dengan efektif serta efisien, Sehingga mesin welding MIG memiliki waktu henti (downtime) paling banyak sehingga mengakibatkan kinerja mesin kurang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan teori yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu Maintenance pada Mesin Welding MIG dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Logic Tree Analysis (LTA). FMEA adalah alat yang efektif untuk mencegah atau meminimalkan kerusakan mesin. Risk Priority Number (RPN) digunakan untuk menunjukkan tingkat risiko kerusakan, dan dihasilkan dari tingkat keparahan (Severity), kejadian (Occurrence), dan deteksi (Detection). Serta metode LTA yang membagi kegagalan komponen menjadi empat kategori: Safety Problem, Outage Problem, Economic Problem, dan Hidden Failure. Nilai RPN Welding Torch sebesar 116, dan nilai RPN Mesin Trafo sebesar 120, keduanya mempunyai nilai RPN (<200). Diketahui juga bahwa komponen kipas, kontrol PCB, dan gas CO2 sulit dideteksi kerusakannya, dan kerusakan tersebut dapat menghentikan operasional pabrik atau mengganggu proses produksi. Oleh karena itu, langkah maintenance yang disarankan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan jadwal perawatan mesin, dan checksheet perawatan mesin.
Copyrights © 2024