Latar Belakang: Terjadinya gangguan tidur akan berdampak pada peningkatan frekuensi terbangun, sulit tertidur kembali, ketidakpuasan tidur akhirnya mengakibatkan penurunan kualitas tidur, sehingga pemilihan terapi Spa Kaki Diabetik, merasakan lebih rileks dan tenang sehingga dapat beristirahat (tidur) lebih berkualitas. Penelitian ini bertujuan memberikan peningkatan kualitas tidur baik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah Quasi experimental pre-posttest dengan intervensi spa kaki diabetik. Sampel penelitian adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Pelowok yang dipilih dengan tehnik purposive sampling, sebanyak 17 orang. Sampel mendapatkan terapi spa kaki sebanyak 3 kali berturut-turut, masing-masing selama 30 menit. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 50-60 tahun. Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk pada pretest (70%), sedangkan pada posttest, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur baik (77%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ρ = 0,000 (α = 0,05) yang bermakna ada pengaruh signifikan terapi spa kaki terhadap kualitas tidur pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Terapi spa kaki dapat digunakan sebagai terapi alternatif bagi lansia untuk memperbaiki kualitas tidur.
Copyrights © 2022