Lomba Kompetensi Siswa (LKS) merupakan agenda tahunan Direktorat Pendidikan SMK (Ditpsmk) yang bertujuan untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari setiap daerah untuk dipertandingkan di tingkat nasional. Selanjutnya para jawara LKS ini dapat berkiprah di tingkat dunia dalam ajang World Skills Competition (WSC). SMK Parbina Nusantara Pematangsiantar, selalu mengirimkan satu orang untuk satu jurusan sebagai perwakilan sekolah mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kota. Pemilihan peserta selama ini di lakukan hanya berdasarkan ranking saja. Tetapi, hasil yang di harapkan oleh pihak sekolah belum maksimal. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa posisi ranking teratas tidak menentukan keberhasilan siswa tersebut mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang di lakukan di tingkat Kota Pematangsiantar. Permasalahan ini akan di selesaikan dengan membuat sebuah system pendukung keputusan menggunakan metode Profile Matching. Pada Metode Profile Matching, setiap siswa akan diuji kompetensinya berdasarkan kriteria – kriteria yang sudah di tetapkan oleh ketua jurusan. Hasil akhir dari metode ini adalah pengurutan data siswa berdasarkan hasil tertinggi ke terendah, sehingga sangat membantu Ketua Jurusan dalam memilih siswa yang terpilih sebagai peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) mewakili sekolah SMK Parbina Nusantara Pematangsiantar.
Copyrights © 2019