Keberadaan wanita selalu diakaitkan dengan penilaian fisik dan moralitas yang berlaku.Tidak jarang wanita mengalami diskriminasi akibat kontrol moral pulik yang mempengaruhipenjaminan haknya. Seperti kasus pemutusan hak pendidikan pada siswi yang terdampakunwated pregnancy, yang terkesan memberikan cela diskriminasi dan bias patriarki dalampenjaminan hak publiknya. Peneliti dalam tulisannya mencoba mengkaji lebih mendalammengenai pengaruh kuasa dan doktrin agama yang berlaku dalam mempengaruhi hak publiksiswi terdampak unwated pregnancy pasa dikeluarkan dari sekolah. Objek penelitian ini adalahsiswi terdampak kehamilan di Indonesia tidak dikehendaki yang mendapat sanki drop out danguru atau pejabat pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif denganmenggunakan teknik penggalian data wawancara tematik dan teknik analisis tematik. Melaluihasil analisis data, ditemukan bahwasannya sistem yang digunakan dalam penyelenggaraanpendidikan banyak didasarkan pada kepentingan nama baik lembaga, kepentingan politik danjuga doktrin dari norma atau nilai agama yang berlaku secara mayoritas. Sistem pendidikanitu sendiri dibuat dengan tidak melibatkan peserta didik sebagai objek pendidikan, sehinggaterjadi ketimpangan dalam bentuk kebijakan yang dehumnis.Kata Kunci: Kuasa, Doktrin Agama, Pendidikan, Patriarki, Unawted Pregancy
Copyrights © 2019