Sebagian besar perempuan dan anak, penyandang disabilitas, dan lansia terutama dari kalangan miskin, etnik minoritas, dan atau dari kelompok minoritas sosial lainnya memiliki risiko lebih tinggi dalam bencana. Satu kelompok perempuan bisa mengalami dampak bencana yang berbeda dengan kelompok perempuan lainnya karena situasi ekologis-sosial-budaya-ekonomi-politik yang berbeda. Kerentanan perempuan dan anak dari berbagai kelompok sosial, termasuk kelompok marjinal, lebih banyak dipengaruhi oleh dimensi gender yang berkelindan dengan berbagai dimensi sosial lainnya. Perempuan nelayan di wilayah pesisir memiliki situasi yang lebih rentan. Di tengah-tengah kerentanan yang terbentuk secara sosial, para perempuan mengembangkan respon dan inisiatif dalam menghadapi bencana. Artikel ini menelusuri sejumlah penelitian terdahulu yang memberi perhatian utama pada gender dan bencana, khususnya bagaimana dimensi gender berkelindan dengan berbagai dimensi sosial memberikan kontribusi bagi terbentuknya kerentanan perempuan dalam bencana, sekaligus mendorong perempuan untuk mengembangkan berbagai respon dan inisiatif tanggap bencana.
Copyrights © 2023