Dalam masyarakat Pedawa, model pemerintahan adat mauluapad disebut dengan tata lungguh. Walaupun di dalam pemerintahan adatnya sendiri telah masuk tata cara yang lebih modern, pemerintahan adat di Pedawa masih bertahan hingga kini secara simbolis dan kedudukannya sebagai sebuah identitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sumber data yaitu sumber data primer melalui observasi partisipasi dan wawancara, serta sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan mekanisme dari sistem pemerintahan tradisional tata lungguh. Selain itu, terdapat beberapa syarat individu mendapatkan statusnya didalam pemerintahan tata lungguh. Berdasarkan kedudukan dan status, keanggotaan di dalam pemerintahan tata lungguh, krama wed Pedawa terbagi atas kategori krama ngarep, krama sampingan dan krama baki. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peranan krama ngarep sebagai organ terdepan dalam struktur pemerintahan serta sebagai unit perwakilan kuren (nuclear family) dalam dewan desa tata lungguh
Copyrights © 2024