Masyarakat Desa Susut, Kabupaten Bangli menggantungkan hidupnya dari sektor peternakan, pertanian dan lainnya. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Desa Susut, saat itu juga pemakaian plastik ikut meningkat. Pemakaian plastik belum dapat tergantikan sepenuhnya, karena plastik banyak keunggulan di mata masyarakat. Perlu kita ketahui bahwa plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk hancur. Oleh karena itu penggunaan plastik secara terus menerus mengakibatkan pencemaran lingkungan dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Dengan banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh limbah plastik, tentu diperlukan langkah-langkah untuk menyelamatkan lingkungan hidup misalnya pengurangan menggunakan pemakaian plastik, adanya daur ulang sampah plastik menjadi karya seni. Artikel ini berupaya membahas upaya daur ulang sampah plastik menjadi karya seni di Desa Susut Bangli. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif melalui langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil studi ini sebagai berikut: pengolahan daur ulang sampah plastik diawali dari ide kreatif, eksperimen, adanya bahan plastik, alat dan proses kerja. Karya yang dihasilkan yaitu karya fungsional dan murni seperti dompet, wayang dan lukisan.
Copyrights © 2024