PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur pengelasan baja. Salah satu produknya yaitu cerobong pembuangan gas (ducting) berbahan baja karbon rendah Structural Steel (SS400). Dalam proses produksi sering terindikasi cacat pengelasan sehingga memerlukan pengerjaan ulang karena terindikasi cacat. Jika sebuah ducting mengalami retak dan bocor maka struktur ducting akan roboh dan penyaluran gas akan bocor dan tidak tersalurkan dengan baik. Maka tujuan penelitian ini yaitu identifikasi jenis cacat pengelasan dan upaya penanggulangannya dengan menggunakan metode NDT Penetrant dan metode Statistical Quality Control (SQC) untuk mencari faktor penyebab dan persentase kecacatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya cacat pengelasan porosity, undercut dan crack. Cacat paling dominan yaitu porosity dengan luasan cacat 825 mm persentase (2,23%), undercut 455 mm (1,23%) dan crack 155 mm (0,42%). Hasil analisis control chart pada SQC bahwa dari ketiga cacat tidak adanya penyimpangan keluar dari batas kontrol yang di tetapkan sehingga jumlah cacat masih dalam kendali dan perusahaan dapat mempertahankannya.
Copyrights © 2024