UMKM IBS merupakan industri rumahan yang memproduksi sofa bayi, perlengkapan tidur bayi, dan produk lainnya dengan menggunakan bahan baku kain katun. Proses pemotongan kain sering kali menghasilkan cacat, yang dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk masalah yang berhubungan dengan mesin. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja mesin pemotong dengan menggunakan metode OEE dan FMEA. Analisis OEE menunjukkan skor 81,56%, di bawah standar yang diinginkan yaitu 85%. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi enam kerugian utama, termasuk kerusakan, penyetelan dan penyesuaian, penurunan kecepatan, penghentian produksi, dan cacat. Analisis FMEA menunjukkan Risk Priority Number (RPN) sebesar 392 karena kurangnya fokus dan pemahaman pada faktor manusia. Untuk meningkatkan efektivitas IBS UMKM, diperlukan tindakan perbaikan dalam hal pemeliharaan mesin dan kewaspadaan tenaga kerja.
Copyrights © 2024