Cantik itu Luka (2002) merupakan judul novel karya Eka Kurniawan. Dengan gaya penceritaan magical realism yang ia pakai, Eka mengaburkan garis antara realita kehidupan bermasyarakat era modern dengan mitos-mitos yang ada di masyarakat, untuk menggambarkan bahwa kecantikan tidak mesti membawa kebahagiaan, namun justru lebih sering membawa bencana. Begitu pula dalam bidang arsitektur di Indonesia yang sedang berkembang sekarang. Terkadang masyarakat berusaha menciptakan arsitektur yang menurut mereka ‘cantik’, namun apakah yang cantik ini selalu baik? Ataukah kecantikan ini justru dapat melukai, bahkan membawa malapetaka? Essay ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan mengidentifikasi bagaimana pandangan Eka Kurniawan di dalam novel ‘cantik itu luka’ dengan realita-realita perkembangan arsitektur kota modern di Indonesia. Mulai dari menarik isu-isu sosial yang diangkat oleh Eka Kurniawan kemudian dikaitkan dengan isu urban arsitektur di Indonesia yaitu permasalah arsitektur kampung kota dan superblock.
Copyrights © 2022