Kepualauan Bangka saat ini mengalami defisit pasokan listrik akibat dari sistem kelisitrikan yang terisolasi dengan cadangan daya mampu hanya sebesar 2 MW. Maka untuk dapat memenuhi pasokan listrik bagi pelanggan, PLN akan membangun saluran interkoneksi Sumatera-Bangka dengan menggunakan kabel bawah laut. Terhadapat rencana tersebut perlu dilakukan analisis investasi untuk mengetahui kelayakan secara finansial dan operasional pada pembangunan interkoneksi Sumatera-Bangka ini. Parameter yang digunakan untuk menganalisa kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit to Cost Ratio (BCR) dan Pay back Periode (PP). Selain itu juga dilakukan analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh atas parameter investasi. Setelah dilakukan analisis, pembangunan ini dinyatakan layak secara ekonomi. Potensi yang akan diperoleh adalah peningkatan daya mampu hingga 180 MW dan peningkatan penambahan pelanggan baru serta dapat menurunkan Biaya Pokok Penyedian (BPP) listrik pada sistem Bangka dari Rp. 2.105/kWh menjadi Rp. 1.508/kWh pada tahun 2023.
Copyrights © 2023