Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi empiris terhadap keberlakuan teori keagenan yang diusulkan oleh Jensen dan Meckling (1976). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2020 yang terdiri dari 353 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi yang diperoleh dari majalah ICMD. Teknik pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan inisiasi dividen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan inisiasi dividen. Temuan penelitian ini telah mengungkapkan keunikan perusahaan go public di Indonesia dari perspektif teori keagenan yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling (1976), oleh karena itu penjelasan prediktif dari model tersebut tidak sepenuhnya dapat diimplementasikan. Nilai koefisien determinasi (adjusted R2 ) sebesar 2,4%, hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak faktor lain yang dapat menjelaskan keputusan kebijakan inisiasi dividen pada perusahaan-perusahaan go public di Indonesia.
Copyrights © 2023