Penggunaan dan penyimpanan antibiotik yang rasional dapat meningkatkan efektivitas terapi. Pengetahuan yang rendah mengenai obat dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi, termasuk pengetahuan penggunaan antibiotik sehingga perlu adanya studi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika serta mengetahui hubungan faktor demografik partisipan terhadap tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotik. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat adalah cross sectional melalui survei dengan media kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cluster sampling yang melibatkan 120 KK (Kepala Keluarga). Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan total 29 pertanyaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan selanjutnya diuji korelasi menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika di Kecamatan Ampenan termasuk kategori baik yaitu secara berurutan dengan total presentase yang menjawab sebesar 53% dan 83%. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan penggunaan dengan jenis kelamin (0.038), pekerjaan (0.014) dan usia (0.012). Terdapat pula hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan penyimpanan dengan jenis kelamin (0.002) dan pekerjaan (0.008).
Copyrights © 2022