At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah
Vol 4 No 2 (2016): At-Tahdzib

Revitalisasi Hukum Adat Yang Berspektif Keadilan Jender

Lely Ana Ferawati Ekaningsih (IAI Darussalam Banyuwangi)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2016

Abstract

Wacana mengenai hukum adat, tidaklah dapat dilakukan secara terisolir tanpa melihat interaksinya dengan hukum lain (agama, negara, kebiasaan-kebiasaan), bahkan dengan hukum internasional, dalam rangka terjadinya globalisasi dan perdagangan bebas. Keadaan itu mengakibatkan idée-idee yang dibawa oleh setiap hukum, termasuk idée-idee hak asasi manusia, dapat memasuki wilayah-wilayah yang tanpa batas. Karena adanya kontak dan saling pengaruh di antara system hukum ini, maka terjadi perubahan yang tiada henti pada masing-masing system hukum, termasuk hukum adat. Namun ketika berbicara tentang masuknya instrumen hukum yang memajukan hak asasi perempuan dan keadilan gender, kajian harus dilakukan secara hati-hati, karena ternyata hukum sebagai alat rekayasa sosial, berbenturan dengan budaya patriarkhis yang sangat kuat yang bersemai dalam institusi penegakan hukum dan masyarakat. Hukum adat “gaya baru” pun tetap berisi pelanggengan subordinasi terhadap perempuan. Apa yang terjadi di India, dan Indonesia, khususmya berkenaan dengan budaya mas kawin dan dampaknya bagi perempuan, akan memperlihatkan hal tersebut.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

tahdzib

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah is an academic journal that focuses (not limited) on in-depth studies on Islamic studies and muamalah (economic and social aspects of Islam). This journal aims to facilitate scientific discussion and dissemination of knowledge in the field of Islamic ...