Artikel ini bertujuan mengungkap narasi dakwah yang ditampilkan juru da’i dalam mencegah kenakalan remaja di kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Teknik pemilihan narasi dakwah sejumlah da’i dalam mensyiarkan wawasan Islami di kalangan generasi muda sehingga itu sebagai data primer. Sedangkan data sekundernya meliputi literatur ilmiah, website ataupun artikel di media sosial. Penelitian ini menunjukkan keterlibatan da’i menggembleng akidah, menanamkan akhlak, dan menyebarluaskan pengetahuan keagamaan di kalangan remaja muslim mengambil peranan penting sebagai manifestasi amar makruf nahi munkar. Kreatifitasi sejumlah da’i mengemas pesan dakwah secara santun dan menarik menyesuaikan bahasa, kebutuhan dan selera anak muda masa kini. Pendekatan dakwah santun dan lemah lembut terhadap kaum muda secara perlahan menimbulkan pengaruh positif dan memunculkan perubahan sosial secara berkelanjutan. Abstract This article aims to reveal the da'wah narrative displayed by da'i juru in preventing juvenile delinquency in the city of Yogyakarta. This research method uses qualitative with the type of literature study research. The technique of selecting da'wah narratives of a number of da'i in broadcasting Islamic insights among the younger generation so that it is as primary data. While the secondary data includes scientific literature, websites or articles on social media. This research shows that the involvement of da'i in galvanising faith, instilling morals, and disseminating religious knowledge among Muslim youth plays an important role as a manifestation of amar makruf nahi munkar. The creativity of a number of da'i to package da'wah messages in a polite and interesting manner to suit the language, needs and tastes of today's youth. A polite and gentle da'wah approach to young people slowly creates a positive influence and brings about social change in a sustainable manner.
Copyrights © 2024