Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an

Komunikasi Antar Budaya Dalam Proses Integrasi Budaya Suku Tionghoa Dengan Suku Minangkabau

Khairini (Unknown)
Arinil Haq (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Jul 2024

Abstract

Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini fokus terhadap masalah proses komunikasi antar budaya yang terjadi pada salah satu penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh yang berketurunan Tionghoa Melayu yang menyorot pada integrasi dalam bentuk komunikasi antar kelompok beragama dan bagaimana tingkat kerukunan yang terjalin antara masyarakat keturunan Tionghoa Melayu ini dengan penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi budaya dalam proses adaptasi serta proses integrasi antara salah satu warga yang berketurunan Tionghoa Melayu dengan penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi antar budaya dan agama dalam proses integasi budaya di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang dianggap sesuai untuk mendapatkan data dan informasi mengenai komunikasi antarbudaya di masyarakat Sungai Beringin. Wawancara secara daring adalah metode pertama yang dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yakni dengan salah satu masyarakat nagari yaitu Dhea selaku narasumber. Hasil menunjukkan bahwa proses komunikasi masyarakat dengan budaya yang berbeda ini dapat menghasilkan sebuah sikap sumbangsih yang kaya akan toleransi dan jika dilihat di lain sisi, hal ini juga bisa menciptakan kerisihan bagi masyarakat lain yang minim akan sikap toleran terutama dalam hal perbedaan budaya atau agama yang dianut. Tetapi dalam kasu ini, kerukunan antara penduduk yang berlainan budaya masih tetap terjaga keharmonisannya. Hal ini dapat terbukti ketika penduduk yang bisa saling menghargai dan menumbuhkan sikap toleransi dalam berbudaya. Kesimpulan dari analisis ini adalah Nagari Sungai Beringin adalah salah satu nagari yang salah satu penduduknya berketurunan Tionghoa Melayu yang membuktikan bahwa dengan memiliki budaya yang berbeda tetap bisa menunjukkan sikap toleransi dan mewujudkan kerukunan antar umat berbudaya dan beragama. Abstract Intercultural communication is communication that occurs between people who have different cultural backgrounds. This study focuses on the problem of the intercultural communication process that occurs in one of the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh who is of Chinese Malay descent, which highlights the integration in the form of communication between religious groups and the level of harmony that is established between the Chinese Malay descendant community and the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. The purpose of this study is to determine cultural communication in the process of adaptation and integration between one of the residents of Chinese Malay descent and the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. In addition, this study also aims to determine the supporting and inhibiting factors of intercultural and religious communication in the process of cultural integration in Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. The research method used is a qualitative research method, which is considered appropriate for obtaining data and information regarding intercultural communication in the Sungai Beringin community. Online interviews are the first method used to collect data and information, namely with one of the villagers, namely Dhea as a resource person. The results show that the communication process of people with different cultures can produce an attitude of contribution that is rich in tolerance and if seen on the other side, this can also create discomfort for other people who have minimal tolerance, especially in terms of cultural or religious differences. But in this case, harmony between residents of different cultures is still maintained. This can be proven when residents can respect each other and foster an attitude of tolerance in culture. The conclusion of this analysis is that Nagari Sungai Beringin is one of the villages whose residents are of Chinese Malay descent, which proves that by having different cultures, they can still show an attitude of tolerance and realize harmony between cultural and religious communities.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

AQJKPI

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, ...