Latar belakang: Gejala sisa yang ada pada klien pasca stroke dipercaya erat kaitannya dengan kualitas hidup. Adanya klien pasca stroke di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ini maka diperlukan upaya untuk mengetahui kebutuhan mereka. Tujuan: Tujuan umum penelitian mengetahui hubungan antara Activity Daily Living dengan kualitas hidup klien pasca stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel 51 klien pasca stroke. Pengambilan sampel berdasarkan non-probability sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner karakteristik responden, Kuesioner Barthel Index dan Kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil uji analisis diperoleh nilai p value 0,878 > 0,05 dengan koefisien korelasi r = 0,022 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antara Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Klien Pasca Stroke. Kesimpulan: stroke memiliki dampak pada kemampuan klien dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan pada kualitas hidup klien. Bagi pemberi layanan kesehatan untuk mengedukasi klien paska stroke terkait pentingnya rehabilitasi pasca stroke serta memberikan dukungan terkait kesehatan mereka.
Copyrights © 2021