Pendahuluan: Upaya pencegahan dan pengendalian TB Paru melibatkan berbagai aspek, termasuk penegakkan diagnosis dini, pengobatan yang tepat serta tidak kalah pentingnya adalah kepatuhan penderita dalam mengikuti regimen pengobatan. Kepatuhan minum obat menjadi faktor kritis dan vital dalam mencapai kesembuhan penderita dan mencegah penyebaran infeksi dan penularan lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Kecamatan Poso Kota. Metode penelitian kuantitatif survei analitik cross-sectional dengan jumlah sampel 30 orang penderita TB. Instrumen menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik responden yaitu usia dan pendidikan berhubungan dengan kepatuhan minum obat dimana uji statistik pada usia p value = 0,371 dan pekerjaan p value=0,173. Nilai P lebih kecil dari α = 0,05 %, dukungan keluarga yang positif, tingkat kepatuhan penderita minum obat rendah hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik nilai p value= 0,256 artinya lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan: Kepatuhan dalam minum obat pada penderita TB Paru adalah merupakan elemen kunci dalam pengobatan TB. Jika penderita tidak mematuhi rencana pengobatan, bakteri TB dapat menjadi resisten terhadap obat, menyebabkan perburukan kondisi kesehatan dan penyebaran penyakit lebih lanjut di masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kepatuhan minum obat penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Poso Kota masih rendah. Pentingnya Peran Keluarga dan Dukungan Sosial dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan kepatuhan minum obat. Keluarga perlu memberikan dukungan moral dan praktis untuk membantu penderita mengatasi kendala dalam mematuhi rencana pengobatan. Kata Kunci: Kepatuhan; Minum obat; TB Paru
Copyrights © 2023