Baja Tulangan Beton sebagai material penting yang digunakan untuk konstruksi di Indonesia membutuhkan ketelitian dalam penentuan spesifikasi mekanisnya sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi spesifikasi mekanis tersebut seperti ketidakpastian pengukuran. Penelitian ini mengevaluasi ketidakpastian pengukuran baja tulangan beton dengan parameter kuat luluh, kuat tarik, dan regangan sesuai SNI 2052:2017. Pengujian mekanis dilakukan berdasarkan SNI 8389:2017 menggunakan 10 sampel berukuran nominal 10 mm hingga 32 mm dan diuji di Laboratorium Pengujian PT Putra Baja Deli yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017. Ketidakpastian pengukuran yang dievaluasi adalah ketidakpastian pengujian sampel, kalibrasi dan resolusi alat. Hasil evaluasi ketidakpastian pengukuran diperluas parameter kuat luluh dan kuat tarik bervariasi untuk setiap ukuran sampel, namun kuat tarik memiliki variasi yang lebih kecil dibandingkan kuat luluh. Nilai kontribusi ketidakpastian terbesar berasal dari ketidakpastian pengujian sampel. Pada parameter regangan, ketidakpastian diperluas menghasilkan nilai yang lebih kecil dari 1% dengan nilai kontribusi ketidakpastian terbesar diberikan oleh ketidakpastian pengujian panjang akhir sampel. Hasil evaluasi dapat menjadi informasi penting untuk kriteria keberterimaan dalam menentukan spesifikasi mekanis produk baja tulangan beton sirip dan evaluasi terkait dengan prosedur pengujian mekanis baja tulangan beton sirip.
Copyrights © 2023