Kopi Robusta merupakan produk unggulan Kabupaten Polewari Mandar. Selisih harga bibit kopi di tingkat produsen dan tingkat konsumen sebesar Rp 500 diduga karena tingginya biaya pemasaran karena banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat. Hal ini menimbulkan dugaan ketidaksetaraan upah di antara agen pemasaran. Hal ini akan mempengaruhi efisiensi pemasaran bibit kopi di Kecamatan tapango. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sistem pemasaran Bibit kopi Robusta yang dibangun berdasarkan organisasi terkait dan menganalisis efisiensi pemasaran kopi Robusta di Kecamatan tapango. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara kuesioner, dan data pendukung dari instansi terkait. Penelitian kami menemukan bahwa empat saluran pemasaran melayani fungsi pemasaran yang berbeda. Berdasarkan perhitungan kuantitatif, saluran II merupakan saluran yang paling efisien dengan margin Rp 1.500 per Bibit dan bagian petani sebesar 20% persen. Untuk mengatasi inefisiensi pemasaran kopi di Kabupaten polewali mandar, kami akan berupaya untuk memperkenalkan fungsi pemasaran yang optimal dari masing-masing lembaga pemasaran dan meningkatkan kualitas pasca panen, serta meningkatkan tingkat penjualan bibit kopi robusta.Kata Kunci : Pemasaran, Bibit, Robusta
Copyrights © 2024