Kedelai merupakan salah satu bahan pangan terpenting ketiga di Indonesia setelah beras dan jagung. Kedelai berperan sebagai sumber protein nabati. Hal ini sangat penting dari segi peningkatan gizi manusia karena aman bagi kesehatan dan relatif murah dibandingkan dengan sumber protein hewani. Tanaman kedelai juga merupakan tanaman dengan konsumsi kalsium, kalium, natrium, besi dan fosfor tertinggi di Indonesia. Survei dilakukan di Desa Salubalo, Kecamatan Sumarolong, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pertumbuhan dan produktivitas kedelai dengan pemberian unsur hara utama berupa fosfor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu dosis dan interval. Elemen pertama adalah dosis, yang terdiri dari tiga tingkatan: masing-masing 4 gram, 6 gram dan 8 gram untuk dua aplikasi pertumbuhan. Elemen kedua adalah interval, yang terdiri dari tiga tahap: 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu. Analisis statistik menunjukkan bahwa interaksi antara dosis pupuk fosfor tinggi (P) dan interval aplikasi nyata untuk parameter berikut: tinggi tanaman, waktu berbunga, jumlah cabang, jumlah polong isi, jumlah polong kosong dan biji. untuk tidak berpengaruh. Berat per 100 biji. Hasil penelitian dan analisis statistik menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Interaksi antara takaran aplikasi dan selang waktu aplikasi pupuk P cukup baik dengan takaran aplikasi 3 gram saja untuk berat benih per 100 biji per tanaman. Tinggi tanaman, jumlah cabang, waktu berbunga, jumlah polong berisi dan jumlah polong hampa tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan ini,dan interval waktu pemberian pupuk phosphor juga tidak terdapat pengaruh nyata.
Copyrights © 2024