Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv) atau foxtail millet merupakan serealia yang telah banyak didomestikasi oleh masyarakat sebagai panganan alternatif pengganti beras. produksi jewawut nasional tergolong masih rendah, Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pengembangan teknologi pupuk organik dan sistem tanam yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Kampuno, Desa Tumpiling, Keamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, yang berlansung pada bulan maret februari sampai april 2023. Penelitian ini menggunakan Ranangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari : Faktor Pertama pemberian POC Jakaba dari air leri (air cucian beras) dengan terdiri dari tiga taraf yaitu 0, 30, 40, dan 50 ml/liter air. Faktor Kedua sistem tanam yaitu Tegal (25x25, Legowo 2 : 1 (25x12,5), Hambur. hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara POC Jakaba 50ml/liter air dan sistem tanam legowo 2:1 memberikan hasil terbaik pada parameter berat malai basah per plot dan berat malai keribg per plot. Sistem tanam jejar legowo 2:1 memberikan pengaruh baik dan berbeda sangat nyata pada parameter panjang malai, berat malai basah per tanaman, berat malai kering per tanaman, berat malai basah per plot, berat malai kering pe plot, dan berat biji per plot. Pemberian POC Jakaba dengan dosis 50 ml/liter air memberikan pengaruh baik dan berbeda sangat nyata di banding dengan perlakuan lainnya pada parameter tinggi tanaman umur 30 HST, berat malai basah per tanaman, berat malai kering per tanaman, berat malai basah per plot, berat malai kering per plot, dan berat biji per plot.Kata Kunci: Jewawut, POC Jakaba, Sistem Tanam
Copyrights © 2023