Terong ungu (Solanum melongena L) adalah tanaman hijau yang dikembangkan untuk buahnya, terong adalah tanaman lokal dari hutan yang diketahui berasal dari Asia dan kemudian diperkenalkan ke Eropa oleh pedagang luar Eropa. Terong ungu merupakan salah satu bahan pokok yang tidak sulit didapatkan dan murah, terong juga merupakan sayuran yang sangat terkenal dan juga mengandung gizi yang sangat tinggi terutama kandungan gizi, kalsium dan protein (Muldiana dan Rosdiana, 2017). Salah satu upaya membangun pengembangan dan penciptaan tanaman terong ungu (Solanum melongena L) adalah dengan merawat, menjaga dan mengembangkan lebih lanjut kekayaan tanah dengan memberikan komponen atau suplemen ke dalam tanah yang dapat menyumbangkan makanan bagi tanaman (Bahar. 2016). Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian kompos alami dari limbah keluarga dan pupuk anorganik pada Npk phonska, karena saat ini total kompos alami yang ditawarkan memiliki kandungan zat yang jauh lebih tinggi, yaitu antara 30-60% (Mutia. 2011). Reaksi kompos alami dari limbah keluarga adalah pupuk alami ini menghasilkan bahan yang kaya akan komponen-komponen yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga umumnya sangat baik digunakan sebagai pupuk alami bahan alami yang lebih mengembangkan struktur dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan air (Wahida dan Suryaningsih, 2016).Kotoran alami limbah keluarga dibuat dengan menjadikannya sebagai hal baru yang sangat bermanfaat, salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah ini adalah dengan menjadikannya pupuk dengan limbah makanan, limbah sayuran dari sistem memasak dan potongan produk organik yang dikumpulkan dan diisolasi dari limbah anorganik sebagai sampah. . plastik, buang batang tanaman, daun sayuran, atau potongan buah yang keras untuk dibelah terlebih dahulu. (Sriharti dkk, 2010).Penelitian dilaksanakan di Desa Mambu Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan selama 60 hari pada bulan januari sampai maret 2022.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, pertama jenis pupuk dengan 3 taraf yaitu L ( pupuk organik/ Limbah), N ( pupuk anorganik NPK Phonska ) dan faktor kedua pemberian pupuk dengan :L ( pupuk Limbah rumah tangga) L1: 500 cc/ tanaman , L2: 750 cc/ tanaman , L3: 1000 cc/ tanaman N ( pupuk NPK Phonska), N1: 5 g/ tanaman , N2: 10 g/ tanaman , N3: 15 g/ tanaman Hal ini terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit penelitian dimana setiap unit terdiri dari 4 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 108 tanaman.
Copyrights © 2023