Tanaman Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi sebagai jenis sayuran buah untuk dikembangkan karena cukup penting peranannya baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional maupun komoditas ekspor. Penelitian ini dilaksanakan di desa tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat yang berlansung pada bulan desember 2022 sampai dengan maret 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan POC air kelapa dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai Rawit merah Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor pertama adalah pemberian POC air kelapa, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: 0, 200 dan 300 ml/tanaman factor kedua pupuk urea yaitu: 0, 4 dan 8 gr/tanaman.Terdapat interaksi pemberian POC air kelapa 300ml/ tanaman dan pemberian pupuk urea 4 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter jumlah cabang di umur 28 HST. Pemberian POC air kelapa 200 ml/tanaman berpengaruh terbaik pada parameter tinggi tanaman di umur 14 HST dan 28 HST sedangkan pemberian POC air kelapa 300 ml/tanaman memberikan pengaruh terbaik pada umur 42 HST. Pemberian pupuk Urea 4 gram/ tanaman memberikan pengaruh yang terbaik pada semua parameter sedangkan pemberian Urea 8 gram/ tanaman memberikan pengaruh yang terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 28 HST
Copyrights © 2023